Partai Golkar Dilanda Konflik Internal

Sangat disayangkan bahwa partai tertua sekaliber Partai Golkar yang berlambang pohon beringin ini bisa terkoyak- koyak dari dalam. Padahal secara ideologis dan historis pernah berpengalaman menentukan arah perjalanan sejarah bangsa.

Para begawan politik ditubuh partai yang solid tadinya ini seolah tidak bisa berkutik. Terdiam dan lamban untuk bereaksi. Terkesan ‘wait and see’ dahulu, melihat perkembangannya.

Dalam Munas di Nusa Dua Bali, yang digelar pada tanggal 30 Nopember 2014 lalu mantan Ketua Umum Golkar, Abu Rizal Bakrie (ARB) tampil menonjol untuk mencalonkan lagi menjadi ketua. Dan malam ini An Tv melaporkan ARB mendeklarasikan diri sebagai Ketua Umum periode 2014-2019. Alasannya mayoritas peserta munas menyetujui dirinya menjadi ketua.

Sebelumnya muncul tokoh Agung Laksono sebagai figur kepengurusan tandingan. Membuat kepengurusan tandingan dengan alasan untuk menyelamatkan partai. Karena kepemimpinan ARB dianggap gagal dalam membawakan tujuan partai.

Dari uraian tsb diatas, jelas nampak sekarang dalam tubuh partai yang berkuasa di era Orde Baru itu terpecah menjadi dua kubu. Kubu ARB dan Agung Laksono. Dan untuk itu mari sama kita ikuti bagaimana kelanjutan nasib partai ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s